gp

GUMUK PASIR DI PARANGTRITIS
Ditulis lagi by Mas Tri Hariyadi dari eksan wasesa

Keberadaan gumuk pasir yang merupakan bagian dari ekosistem spesifik di pantai selatan DI Yogyakarta memang perlu dilestarikan, sebagai kekayaan alam yang bentukannya tergolong langka di dunia. Gundukan pasir ini terbentuk secara alami, yang prosesnya berjalan ribuan tahun lalu. Material pasir berasal dari hasil luapan lahar Gunung Merapi yang terbawa air Sungai Opak dan Progo ke muara. Dari mulut sungai itu, endapan pasir tergerus gelombang laut Samudra Hindia yang kuat hingga terangkat ke pinggiran pantai Parangtritis. Perjalanan pasir tidak sampai di situ. Setelah tersapu ombak, giliran angin yang mendorongnya. Angin laut yang membentur tebing di sisi timur Pantai Parangtritis berbalik menerbangkan pasir ke daratan. Gumuk pasir itu terbentang sejauh 15,7 kilometer dari muara Sungai Opak hingga ke Parangtritis, sedangkan sebarannya ke daratan dari garis pantai selebar 2 kilometer. Gundukan pasir yang terbentuk mencapai ketinggian 7 meter. Di daratan pun, pasir yang sangat halus ini masih terus dimainkan angin setiap kali bertiup dalam cuaca cerah. Pada musim peralihan atau pancaroba, angin bertiup kencang secara intensif, maka material pasir yang terbawa akan lebih banyak hingga membentuk bukit-bukit pasir yang berubah-ubah bentuk maupun tempat tertimbunnya. Fenomena pembentukan gundukan pasir seperti ini juga ditemukan di Benua Afrika dan Gurun Gobi, China. Bentuk gumuk pasir yang kerap ditemukan di daerah Pantai Parangtritis menyerupai sabit dan memanjang atau longitudinal. Kadang kala ditemukan pula bentuk parabola dan sisir. Pembentukan pasir itu antara lain dipengaruhi oleh ukuran butiran pasir, tingkat kekeringan, kecepatan dan intensitas angin, serta keberadaan vegetasi yang menutup lahan. Realita yang terjadi sekarang faktor bangunan rumah dan gubuk-gubuk di pinggir pantai turut andil terbentuknya gumuk pasir sebagai pengganti faktor vegetasi pantai. Banyaknya bangunan pemukiman penduduk yang mendesak ke arah pantai selain dapat merusak ekosistem pantai juga merupakan ancaman bagi konservasi parangtritis sebagai laboratorium GEOSPACIAL

Satu Tanggapan

  1. keren kegiatan MGMP nya
    pingin gabung… tp koq jauh…
    boleh tau kegiatan MGMP nya apa aja..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: